<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Panta Rhei Filsafat UGM</title>
	<atom:link href="http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com</link>
	<description>kumpulan artikel yang bertema ekologi, lingkungan dan sosial</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 13:22:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Panta Rhei Filsafat UGM</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/osd.xml" title="Panta Rhei Filsafat UGM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CERITA-CERITA ARIF</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2011/06/13/cerita-cerita-arif/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2011/06/13/cerita-cerita-arif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 21:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[“Sebuah pengalaman tiada habisnya” Desa Garongan, Panjatan, Kulonprogo suatu hari di awal tahun 2010. Pantas untuk melemparkan senyum saat menikmati beberapa orang petani yang sedang memanen sawi, semangka, cabe di sebuah kawasan berpasir. Semakin menuju ke pantai, menemukan beberapa orang sedang memancing. Hanya untuk refresing kata mereka. Sebagian besar penduduk desa ini berprofesi sebagai petani. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=71&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Sebuah pengalaman tiada habisnya”</p>
<p>Desa Garongan, Panjatan, Kulonprogo suatu hari di awal tahun 2010. Pantas untuk melemparkan senyum saat menikmati beberapa orang petani yang sedang memanen sawi, semangka, cabe di sebuah kawasan berpasir. Semakin menuju ke pantai, menemukan beberapa orang sedang memancing. Hanya untuk refresing kata mereka. Sebagian besar penduduk desa ini berprofesi sebagai petani. Sungguh kuasa Yang Maha Adil, bila kawasan berpasir mampu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain karena usaha manusia dengan keinginan yang sederhana. Dengan bertani saja sudah cukup, mengapa harus  berkeinginan yang lain. Kearifan yang patut untuk dipertahankan seiring dengan berjalannya periode. Kemudian, bisakah seiring  berlalunya periode dengan tidak mengubah proses aksi-reaksi masyarakat dan tempat hidupnya. Tentu saja bisa. Dengan berpegang pada kearifan-kearifan yang telah dan akan berkembang.<br />
 Kearifan lokal  sejatinya merupakan nilai yang berkembang pada sebuah masyarakat tertentu dan  hanya mampu berkembang pada sebuah masyarakat tersebut. Kearifan lokal yang secara oral ( sebagian besar ) diwariskan kepada generasi penerus pemilik kearifan lokal tersebut. Yang jelas kearifan-kearifan lokal lebih berpengalaman dibanding hukum atau nilai ‘dadakan’. Seperti bisa kita lihat, masyarakat Papua yang masih memandang tanah adalah hal yang keramat dan mistis. Karena sesungguhnya itu merupakan ekologi yang berkembang di masyarakat Papua. Begitu juga dengan masyarakat Kulonprogo, dari cerita-cerita yang berbeda dengan tujuan yang sama.<br />
Merujuk dari cerita-cerita local daerah Garongan, disana adalah daerah kaki Gunung Jeruk yang merupakan daerah tameng dari Pulau Jawa. Mungkin dari cerita tersebut yang mengukuhkan pertahanan masyarakat setempat untuk senantiasa mempertahankan tanah, tempat hidunya, sebagaimana mestinya. Karena daerah tersebut dipercaya sebagai daerah “penjaga”nya Pulau Jawa. Kepercayaan tersebut menumbuhkan ikatan-ikatan antara diri dan alam.<br />
Biasanya pada musim panen dan musim tanam, masyarakat lahan pantai mengadakan pesta besar untuk menyambut kedatangan sebuah keberuntungan dan sebuah ungkapan rasa syukur. Bagaimana tidak, dengan tanah yang berpasir mereka bisa menikmatinya dengan hasil panenan mereka, dan menghasilkan lebih dari cukup. Kemudian bagaimana pihak-pihak lain mampu mengajukan proyek penambangan pasir besi di lahan yang sangat  produktif untuk pertanian. Pihak-pihak lain ‘mengiming-imingkan’ hasil yang  lebih banyak dengan jalan penambangan pasir, sedangkan masyarakat setempat –lahan pasir Kulonprogo- akan bisa lebih menghasilkan keramahan terhadap diri dan lingkungannya dari bertani.<br />
Yang lebih nyata adalah pemikiran jangka panjang dari masyarakat Kulonprogo, penolakan pertambangan pasir besi mereka siapkan untuk kehidupan mendatang yang lebih baik. Lalu masih adakah pihak-pihak yang sepemikiran dengan mareka? Mari!!</p>
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=71&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2011/06/13/cerita-cerita-arif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hobi yang “Grapyak”</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/hobi-yang-%e2%80%9cgrapyak%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/hobi-yang-%e2%80%9cgrapyak%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[amarasti]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[grapyak]]></category>
		<category><![CDATA[jahe]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mapajara]]></category>
		<category><![CDATA[muntowil]]></category>
		<category><![CDATA[nesia]]></category>
		<category><![CDATA[onthel]]></category>
		<category><![CDATA[panta]]></category>
		<category><![CDATA[patriotisme]]></category>
		<category><![CDATA[podjok]]></category>
		<category><![CDATA[ramah]]></category>
		<category><![CDATA[rhei]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[”onthel iku migunani kagem sedaya” Muntowil, atau akrabnya dipanggil Mas Towil. Ia mempunyai hobi yang grapyak. Hobi yang salah satunya mempunyai misi ramah lingkungan, yakni bersepeda onthel. Dia juga menjadi salah satu pendiri Paguyuban Onthel Djogja bersama dua kerabatnya yang lain. Tak hanya mempunyai hobi bersepeda tetapi juga sangat tertarik dengan sepeda onthel lawasan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=87&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”<em>onthel iku migunani kagem sedaya”</em></p>
<p>Muntowil, atau akrabnya dipanggil Mas Towil. Ia mempunyai hobi yang <em>grapyak</em>. Hobi yang salah satunya mempunyai misi ramah lingkungan, yakni bersepeda <em>onthel</em>. Dia juga menjadi salah satu pendiri Paguyuban Onthel Djogja bersama dua kerabatnya yang lain. Tak hanya mempunyai hobi bersepeda tetapi juga sangat tertarik dengan sepeda <em>onthel lawasan</em> yang cenderung orisinil.</p>
<p>“Pada awalnya (kami) punya hobi sama lalu dikoordinir. Tidak ada salahnya <em>tho</em>? Sudah sehat, hemat energi dan biaya, juga nggak ada asap,” ucap Mas Towil sebagai Koordinator Paguyuban Onthel Djogja yang berdiri sejak tahun 2006. Saking gandrungnya dengan sepeda-sepeda lawasan Mas Towil sempat mengorbankan pekerjaannya demi sepeda yang dirawatnya.</p>
<p>Ruang berkegiatan Paguyuban Onthel Djogja -atau familiar dengan sebutan Podjog-, pada khususnya adalah kegiatan bersepeda <em>onthel</em> di wilayah Yogyakarta. Sepeda yang digunakan pun sangat berbeda, yakni mengkhususkan pada sepeda-sepeda <em>lawas.</em></p>
<p>Sejak awal pendiriannya hingga sekarang, anggotanya pun bisa dibilang tidak sedikit. Saat ini Podjok memiliki 450 kerabat –julukan khusus bagi anggota Podjok- yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Arah utama pandangan Kerabat Podjok dalam melakukan kegiatan adalah memasyarakatkan kembali keberadaan sepeda <em>onthel</em> serta upaya menjaga kelestarian bumi. Arah ini merujuk pada idealisme yang menjadi rambu-rambu perjalannya, yaitu:</p>
<p>1. Pembangunan kesehatan jasmani dan rohani, 2. Penumbuhan semangat patriotisme, 3. Pencegahan global warming, 4. Pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata lokal.</p>
<p>“Saya cinta bersepeda. Selain karena senang dengan <em>onthel</em> lawas, saya juga menjadi sehat dan hemat, bisa mengurangi <em>global warming</em> lagi atau ramah lingkungan lah,” kata Mas Towil berapi-api. “Saya juga dapet kenalan banyak lo, dari bersepeda <em>onthel </em>lawasan,” tambahnya.</p>
<p>Setiap hari Minggu pertama setiap bulannya, Podjok berkumpul dengan kerabat-kerabatnya untuk melakukan kegiatan Ritual Mubeng Nagari. Mereka bersepeda dengan rute sekitar Jogjakarta menggunakan <em>onthel lawasan</em> dan menggunakan kostum-kostum <em>style </em>lawas. Ada yang berpakaian <em>sorjan</em> dan <em>blangkon</em>, ada juga yang menggunakan kostum-kostum jaman Belanda. Podjok sendiri ikut berjuang mengajak masyarakat kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik.</p>
<p>Kerabat Podjok ini mempunyai semboyan ”<em>onthel iku migunani kagem sedaya” </em>( sepeda itu berguna untuk semua ).</p>
<p>Ditulis oleh Neisya</p>
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/amarasti/'>amarasti</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/filsafat/'>filsafat</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/grapyak/'>grapyak</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/jahe/'>jahe</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/lingkungan/'>lingkungan</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mapajara/'>mapajara</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/muntowil/'>muntowil</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/nesia/'>nesia</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/onthel/'>onthel</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/panta/'>panta</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/patriotisme/'>patriotisme</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/podjok/'>podjok</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/ramah/'>ramah</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/rhei/'>rhei</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/sepeda/'>sepeda</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/ugm/'>ugm</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=87&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/hobi-yang-%e2%80%9cgrapyak%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Perubahan Cuaca</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/dampak-perubahan-cuaca/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/dampak-perubahan-cuaca/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[jahe]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa pecinta jagad raya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiwsa Pecinta Jagad Raya (MAPAJARA) Panta Rhei]]></category>
		<category><![CDATA[mapajara]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>
		<category><![CDATA[tri]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[wahyuni]]></category>
		<category><![CDATA[waspada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini cuaca seakan tidak lagi bersahabat dengan manusia. Suhu udara saat siang hari terasa sangat panas, bahkan terasa menyengat di kulit. Tetapi pada malam hari suhu udara terasa dingin, lalu keesokan harinya hujan turun. Seingat saya, dulu waktu saat sekolah diajarkan pelajaran geografi diajarkan hujan turun pada bulan oktober-april. Tetapi yang terjadi sekarang, hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=85&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini cuaca seakan tidak lagi bersahabat dengan manusia. Suhu udara saat siang hari terasa sangat panas, bahkan terasa menyengat di kulit. Tetapi pada malam hari suhu udara terasa dingin, lalu keesokan harinya hujan turun. Seingat saya, dulu waktu saat sekolah diajarkan pelajaran geografi diajarkan <em>hujan turun pada bulan oktober-april</em>. Tetapi yang terjadi sekarang, hingga saat ini hujan seolah hanya ingin membasahi tanah-tanah yang kering karena panas. Bahkan beberapa saat yang lalu suhu udara mencapai 38 derajat celcius. Akan tercengang lagi jika Anda mengkonfimasi ke Badan Meteorologi-Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi DIY, 40 derajat celciuslah suhu tertinggi yang pernah terukur.</p>
<p>Dampak perubahan cuaca yang seperti ini memang dapat langsung dirasakan salah satunya adalah sakit kepala. Untuk beberapa orang, perubahan cuaca bisa menjadi pemicu datangnya sakit kepala akut atau migrain. Merujuk Dr Patricia Prince dari New England Center for Headcache di Stamford, perubahan cuaca juga bisa merubah kebiasaan pola hidup termasuk ketidakmampuan tidur dan berdampak pada penyakit lainnya.</p>
<p>Para ilmuwan pun melakukan penelitian yang mendalam tentang dampak perubahan suhu udara yang ditengarai menjadi pemicu migrain. Menurut temuan Boston&#8217;s Children&#8217;s Hospital, hampir setengah dari populasi mengalami sakit kepala akut karena perubahan cuaca. Menurut catatan Dr Prince dalam the journal Headcache, kebanyakan penduduk mengalami kenaikan suhu badan dan beraksi terhadap perubahan tekanan udara.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitiannya, Dr Prince mengungkapkan bahwa cuaca mempunyai pengaruh terhadap migrain. Dalam penelitiannya Dr Patricia Prince dari the New England Center for Headache di Stamford melibatkan 77 orang berkunjung ke klinik migrain. Setiap pasien, oleh Dr Prince, diberikan pertanyaan tentang seberapa berat migrain yang dialami,  dan kebanyakan pasien merasa yakin bahwa migrain sangat erat hubungannya dengan perubahan cuaca. Dr Price pun menambahkan variabel derajat suhu udara setiap harinya dimana sang pasien migrain tinggal.</p>
<p>Secara keseluruhan 48 pasien atau 62% merasa yakin bahwa cuaca menjadi penyebab utama mereka terkena migrain. Ketika Dr Price melakukan pengkuran dihari dimana pasien mengalami migrain, mereka menemukan 39 pasien atau 51% yang benar-benar bermasalah ketika terjadi perubahan cuaca (<a href="http://www.kapanlagi.com/">www.kapanlagi.com</a>).</p>
<p><strong>Rawan Menyerang Ketahanan Tubuh</strong></p>
<p>Perubahan cuaca yang sangat ekstrim, seperti saat ini, mengakibatkan tubuh rentan terhadap berbagai penyakit. Penyakit yang biasa muncul pada saat seperti ini antara lain:</p>
<ol>
<li>Flu.</li>
</ol>
<p>Penyakit ini tidak pandang bulu. Siapa saja yang kondisi fisiknya lemah mudah terserang flu. Penyakit ini mudah disembuhkan,  cukup dengan makan teratur dan istirahat.</p>
<ol>
<li>Mimisan.</li>
</ol>
<p>Mimisan mudah terjadi pada musim hujan terutama bagi anak-anak. Mimisan tidak berbahaya bila tidak disertai komplikasi penyakit lain. Secara tradisional bisa disembuhkan dengan daun sirih dan secara kedokteran dapat dilakukan dengan cara bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) dengan alat khusus.</p>
<ol>
<li>Sesak nafas.</li>
</ol>
<p>Sesak nafas di musim hujan tidak saja menyerang orang yang <em>bengek</em> atau <em>mengi</em>, tetapi juga bisa menyerang siapa saja. Udara yang sangat dingin dapat menyebabkan saluran pernafasan mengerut dan ini mengganggu pasokan udara ke paru-paru.</p>
<ol>
<li>Saluran pencernaan.</li>
</ol>
<p>Musim hujan seperti ini harus hati-hati mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Sayur dan buah sebisa mumngkin harus benar-benar higienis. Salah-salah Anda malah terserang muntaber.</p>
<p>Walaupun penyakit yang disebabkan perubahan cuaca bukanlah penyakit kronis, tetapi penyakit-penyakit ringan seperti ini cukup mengganggu aktivitas kita sehari-hari.  Perubahan cuaca yang terjadi  cukup mengacaukan pola tanam para petani. Misalnya yang terjadi pada petani, mereka sulit menentukan masa tanam karena cuaca yang berubah dan tak menentu.</p>
<p>Seperti yang terjadi di Blora misalnya, sejumlah petani di Kecamatan Banjarejo dan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kebingungan membaca perubahan cuaca pada awal musim tanam pertama kemarin. Hal itu mengakibatkan sejumlah petani menanam lebih awal meskipun curah hujan belum maksimal. Rata-rata petani di dua kecamatan itu menanam padi pada November 2008. Padahal menurut perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, curah hujan tertinggi di Jateng bagian timur, termasuk Blora, terjadi pada pertengahan Desember.</p>
<p>Salah seorang petani Desa Kalirejo, Kecamatan Banjarejo, mengaku menyebar benih padi pada November 2008 lantaran hujan sudah turun. Namun, hujan tidak kunjung datang hingga benih berumur 25 hari atau siap tanam.&#8221;Warna daun benih padi menguning lantaran kekurangan air. Sebagian benih itu tidak dapat ditanam lagi meskipun masih hidup. Kalaupun ditanam, bulir padi tidak akan berisi,&#8221; kata Sarji yang pada 2007 menanam padi pada bulan Desember.</p>
<p>Menurut pemilik sawah seluas setengah hektar itu, sebagian besar padi yang kekurangan air itu tetap ditanam karena pada awal Desember hujan kembali turun. Namun setelah dipanen, produktivitas padi turun dari tiga ton menjadi satu ton. Setelah ditanam, daya tahan padi lemah, sehingga ketika berumur antara 40 &#8211; 60 hari, padi terserang penyakit. Akibatnya, padi gagal panen. (<a href="http://www.kompas.com/">www.kompas.com</a>)</p>
<p>Lalu sebenarnya, ada apakah dengan bumi kita sampai-sampai terjadi perubahan cuaca yang sangat drastis ini? Lagi-lagi tuduhan utama mengarah pada pemanasan global. Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir</p>
<p>Kalimat yang menyebut bahwa dampak perubahan cuaca jauh lebih mengerikan ketimbang perang nukilir bukanlah spekulasi atau provokasi terhadap para pegiat anti senjata nuklir yang kini sedang mengeroyok Iran. Kalimat itu adalah ucapan dua kampiun sains, yaitu Stephen Hawking, sang fisikawan agung pasca Albert Einstein yang menjadi pencetus teori Dentuman Besar, dan James Lovelock, kimiawan yang juga aktivis lingkungan hidup. Hawking mendesak umat manusia menempuh berbagai cara guna mengatasi perubahan iklim karena bila tak dihadapi maka dampaknya akan makin merusakkan kehidupan.</p>
<p>Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.</p>
<p>Seperti yang terjadi di kebun binatang Surabaya, Perubahan<strong> </strong>cuaca yang tidak menentu beberapa waktu belakangan ini, ternyata berdampak terhadap kesehatan satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sekurangnya 3 satwa koleksi KBS, terhitung sejak akhir bulan April lalu, mati. suhu udara atau cuaca yang tidak menentu, atau perubahan cuaca yang drastis, menyembabkan satwa jenis unggas mengalami gangguan. Dari catatan humas KBS, ketiga satwa koleksi KBS yang mati diantaranya, Celeng Botheng, Siamang, dan burung Ara Macaw.(<a href="http://www.suarasurabaya.net/">www.suarasurabaya.net</a>)</p>
<p>Bumi mengatur sendiri stabilitas suhunya lewat hubungan saling memengaruhi antara daratan, air, udara, tumbuhan, bakteri, dan fauna. Manusia turut berperan dalam menjaga ataupun merusak semua itu. Mungkin tanpa disadari manusia telah merusak keseimbangan alam sehingga terjadi banyak kerusakan yang menyebabkan perubahan suhu.</p>
<p>Pada kenyataannya lingkungan kitapun semakin memburuk. Banyak terjadi bencana yang kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan drastis yang terjadi di alam, yang tanpa atau kita sadari bahwa kitalah penyebabnya. Yuni</p>
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/cuaca/'>cuaca</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/dampak/'>dampak</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/filsafat/'>filsafat</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/jahe/'>jahe</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mahasiswa-pecinta-jagad-raya/'>mahasiswa pecinta jagad raya</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mahasiwsa-pecinta-jagad-raya-mapajara-panta-rhei/'>Mahasiwsa Pecinta Jagad Raya (MAPAJARA) Panta Rhei</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mapajara/'>mapajara</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/panas/'>panas</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/panta-rhei/'>panta rhei</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/perubahan/'>perubahan</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/suhu/'>suhu</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/tri/'>tri</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/udara/'>udara</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/ugm/'>ugm</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/wahyuni/'>wahyuni</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/waspada/'>waspada</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=85&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/dampak-perubahan-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebagian Dari Hidup Kita adalah ber-Transportasi</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/sebagian-dari-hidup-kita-adalah-ber-transportasi/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/sebagian-dari-hidup-kita-adalah-ber-transportasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[“Transportasi merupakan jantung dari sebuah kehidupan manusia.” Begitulah kalimat yang pernah dikatakan H.Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah kesempatan. Manusia memang tak bisa lepas dari transportasi dan tanpa transportasi, manusia akan lumpuh. Transportasi dapat kita temui tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detik. Dalam kota besar, terutama bagi ibukota Negara, transportasi merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=81&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Transportasi merupakan jantung dari sebuah kehidupan manusia.”</em></p>
<p><strong><em> </em></strong>Begitulah kalimat yang pernah dikatakan H.Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah kesempatan. Manusia memang tak bisa lepas dari transportasi dan tanpa transportasi, manusia akan lumpuh. Transportasi dapat kita temui tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detik. Dalam kota besar, terutama bagi ibukota Negara, transportasi merupakan alat paling vital dalam roda pembangunan. Karena hampir semua jenis pekerjaan dan kegiatan memerlukan transportasi.</p>
<p>Lalu apa sebenarnya makna dari transportasi? Mari kita tilik sebentar Kamus Besar Bahasa Indonesia, transportasi memiliki arti; pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi. Semua yang bersangkutan dengan angkutan atau transport, sudah bisa disebut sebagai transportasi. Transportasi bisa membawa kita ke tempat yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan, bahkan sekadar keinginan kita. Anak sekolah ber-transportasi, ibu rumah tangga ber-transportasi, pekerja kantoran ber-transportasi, pedagang asongan ber-transportasi. Tak ada seorang pun yang tidak ber-transportasi. Bahkan di zaman modern ini, setiap orang dituntut untuk serba cepat, karena persaingan yang semakin ketat. Semua butuh dan harus ber-transportasi. Jarak bukan menjadi penghalang lagi untuk melakukan sesuatu. Semua karena transportasi, alat tranposrtasi, dan teknologi yang semakin maju.</p>
<p>Begitu banyak pilihan alat transportasi yang dapat kita gunakan, dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan kita. Alat transportasi darat misalnya; kita masih bisa menggunakan sepeda, becak, andong untuk transportasi jarak dekat. Lalu kendaraan seperti; mobil, sepeda motor, bus, <em>shuttle bus</em>, kereta, trem untuk transportasi jarak jauh.Tentu saja pilihan didasarakan pada derajat kebutuhan dan derajat kecepatannya masing-masing. Ada juga alat tranportasi air seperti; perahu, sampan, motor boat, kapal pesiar, yacht, feri dll. Dan yang tak kalah menariknya adalah alat tranportasi udara yang begitu berjasa membawa kita pada sebuah transportasi lintas kota, pulau, benua, bahkan planet, seperti; helikopter, pesawat penumpang, pesawat jet, dll. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat transportasi lebih menjadi mudah dan lebih bermakna.</p>
<p>Jika dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan alam, tidak semua alat transportasi tersebut merupakan alat tranportasi yang ramah lingkungan. Mengingat hasil dari proses kerja mesin alat transportasi seringkali mencemari lingkungan. Dan yang lebihi harus diperhatikan adalah bahan bakar untuk alat transportasi mesin yang merupakan sumber daya alam abiotik, atau yang lebih kita kenal dengan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui karena jumlahnya yang terbatas. Keadaan ini memaksa kita untuk tidak seenaknya mengeksploitasi sumber daya alam. Bensin, solar, avtur merupakan sumber daya alam yang terbatas, yang akan habis jika terus menerus kita eksploitasi. Lalu bagaimana cara menggunakan bahan bakar tersebut secara bertanggung jawab? Setidaknya itu menjadi perenungan buat kita. Karena tak selamanya kita dapat menggunakan bahan bakar tersebut. Padahal salah satu bagian dari hidup kita adalah ber-transportasi.</p>
<p>Untuk mengatasi kelangkaan sumber daya alam tak terbarukan, para ilmuwan sedang berlomba-lomba mencari bahan bakar substitusi yang dapat digunakan untuk transportasi. Transportasi yang lebih ramah lingkungan dan tidak mengeksploitasi alam adalah tujuannya. Bahkan baru-baru ini mulai muncul kendaraan yang menggunakan tenaga dari sinar matahari, bio gas, sebagai bahan bakar. Walaupun begitu, semua masih dalam rangka penelitian dan pencarian guna menemukan bahan bakar apa yang terbaik untuk alat transportasi disamping juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Yovi</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://www.fauzibowo.com/berita.php?id=139">http://www.fauzibowo.com/berita.php?id=139</a></p>
<p><em>Kamus Besar Bahasa Indonesia.</em>2001<em>.</em>Jakarta:Balai Pustaka</p>
<p><em> </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/kendaraan/'>kendaraan</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/transportasi/'>transportasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=81&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/sebagian-dari-hidup-kita-adalah-ber-transportasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi atas Impresi Peristiwa Pagi</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/74/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/74/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 17:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work]]></category>
		<category><![CDATA[deep ecology]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiwsa Pecinta Jagad Raya (MAPAJARA) Panta Rhei]]></category>
		<category><![CDATA[mapajara]]></category>
		<category><![CDATA[mapala]]></category>
		<category><![CDATA[nurul hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Jalanan hari ini… Penyapu jalan harus bangun lebih pagi karena jalan yang mereka sapu harus segera rapi. Sementara tuan jalanan (baca: pengendara) tak pernah lagi menangkap peristiwa pagi selain bersaing di jalanan dengan tuan-tuan yang lain. Kendaraan bermotor besar-kecil dan beraneka roda siap berperang di jalan yang belum layak dijadikan lintasan pacuan, terlalu sempit untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=74&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><a href="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2010/06/gambar-ulul.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-75" title="gambar ulul" src="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2010/06/gambar-ulul.jpg?w=486&#038;h=353" alt="" width="486" height="353" /></a></p>
<p>Jalanan hari ini…</p>
<p>Penyapu jalan harus bangun lebih pagi karena jalan yang mereka sapu harus segera rapi. Sementara tuan jalanan (baca: pengendara) tak pernah lagi menangkap peristiwa pagi selain bersaing di jalanan dengan tuan-tuan yang lain. Kendaraan bermotor besar-kecil dan beraneka roda siap berperang di jalan yang belum layak dijadikan lintasan pacuan, terlalu sempit untuk jumlah mereka yang kian menggila. Kepulan asap dari knalpot dan deru mesin, mengubah pagi segar dan hening menjadi sesak dan bising. Di setiap persimpangan mobil-mobil ngotot membunyikan klakson untuk megejar detik-detik yang mereka lewatkan. Mereka tak lagi bisa menanti.</p>
<p>Sementara di pagi hari para pejalan kaki, yang setia menyapa tukang sapu, tak punya tempat di jalan lagi. Pejalan kaki harus membagi lagi jalannya untuk pepohonan dan parkiran. Antara pedagang dan becak. Dan diantara tiang-tiang publikasi. Kadang dengan terpaksa para pejalan kaki harus menyusur ke jalan raya, dan harus siap mental <em>diteriaki</em> klakson mobil yang merasa jalan adalah miliknya diganggu oleh pejalan kaki.</p>
<p>Melesatnya industri otomotif mempunyai beberapa persoalan. Misalnya kendaraan dan kemajuan otomobil telah mengubah masyarakat menjadi masyarakat yang selalu berlari. Masyarakat yang menjunjung nilai-nilai produksi dan efisiensi, sehingga merubah relasi masyarakatnya dan juga merubah relasinya dengan lingkungan alami. Selanjutnya iklan pelumas di televisi dapat kita saksikan pembanggaan deru motor yang garang sebagai bentuk kegagahan. Padahal, pengaruh kebisingan diwaspadai dapat menyebabkan gangguan kejiwaan hingga kematian. Apalagi jika ditambah klakson yang berbunyi tiba-tiba, dapat menyebabkan serangan jantung bagi penderita penyakit jantung. Idealnya suara motor yang sesuai standar dari pabriknya mencapai 110 desible, sementara limit ekstrim toleransi pendengaran manusia adalah 140 desible. Lalu bagaimana dengan motor-motor yang suara knalpotnya sengaja dibuat bising?</p>
<p>Salah satu penyebab melesatnya jumlah penjualan kendaraan bermotor adalah kemampuan masyarakat dalam membeli. Strategi jitu Industri otomobil adalah bekerja sama dengan penyedia layanan kredit untuk mempermudah orang-orang menguasai jalanan. Segala varian pun ditawarkan untuk menjadi yang paling unggul di jalanan. Jantan, tangguh dan kuat merupakan idiom-idiom yang kerap digunakan perusahaan penjuan produk kendaraan. Demikian seksis dan tanpa malu menampakan sikap-sikap opresif yang khas dari paradigma pasar.</p>
<p>Akhirnya lonjakan jumlah kendaraan menjadi teror terbesar bagi alam, konsumsi minyak bumi meningkat dan produksi jutaan ton emisi CO2 pun meningkat. Sesungguhnya bencana telah mengintai kita karena sebagian masyarakat tidak sadar bahwa ia hidup dalam suatu lingkungan yang harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya agar tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain.</p>
<p>Menilik fenomena tranportasi sekarang ini, tanpa sadar kita adalah bagian darinya, sehingga kita perlu berkaca dari peristiwa pagi yang kian lama kian mengalami perubahan. Pertama, pandangan bahwa manusia adalah mahluk yang paling tinggi derajatnya harus ditilik ulang. <em>Bi</em><em>ospheric egalitarianism – in principle</em>, adalah prinsip -pandangan hidup- yang mengakui bahwa semua organisme dan mahluk hidup adalah anggota yang sama statusnya dari suatu keseluruhan yang terkait sehingga mempunyai martabat yang sama. Mereka yang menganut prinsip ini akan merawat dan menjaga lingkungannya seperti mereka merawat dan menjaga keluarganya sendiri. Pandangan ini tidak berarti bila sekadar teori semata, tetapi tak bergerak pada tataran praktis. Pandangan ini menuntut kita untuk bertindak!</p>
<p>Tindakan ekstrim dari penganut paradigma Ekologi Dalam (Deep Ecology) -sebuah pandangan yang mengutamakan kehidupan universal- adalah menolak penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan kaki dan menggunakan sepeda. Misalnya, pernahkah Anda melihat pengendara sepeda yang mengelilingi dunia? Mungkin dia salah satu dari penganut Ekologi Dalam. Bahkan, untuk bepergian lintas pulau atau benua mereka berani menggunakan kapal atau perahu layar alih-alih menggunakan pesawat yang mereka anggap sebagai kekerasan terhadap alam karena bahan bakar, polusi udara dan polusi suara diluar batas kemampuan manusia yang ditimbulkannya.</p>
<p>Hal yang lebih realistis adalah dengan mengambil langkah mengurangi kendaraan bermotor, dengan cara kita. Mulailah berjalan untuk perjalanan jarak dekat. Penggunaan sepeda juga dapat jadi solusi lanjut. Bila terdesak baru kita manfaatkan angkutan umum. Bantulah kawan-kawan kita yang mengkampanyekan hak pejalan kaki, sepeda dan becak, atau ikut dalam club-club sepeda dan mengajak orang lain mengambil langkah yang sama melalui kegiatan-kegiatan seperti sehari tanpa kendaraan bermotor atau gerakan berjalan kaki ke kampus/kantor.</p>
<p>Nah, bila kita pengguna kendaraan bermotor, jadilah pengendara yang bijak. Pengendara yang tidak melupakan keramahan pada semua pengguna jalan maupun yang bukan pengguna jalan. Contohnya tidak membunyikan klakson di pemukiman, mematikan motor di gang kecil, mengembalikan knalpot pada keadaan standar pabrik-karena ini juga mengurangi emisi-, dan tidak merokok saat berkendara. Dan sedapatnya mengupayakan kendaraan yang ramah lingkungan dengan menservis secara berkala. Dengan begitu, kita tidak semata-mata menjadi produk peradaban yang melupakan sesama dan alam sebagai mitra sejajar. [nurul hidayah]</p>
<p style="text-align:left;">
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/bike-to-work/'>bike to work</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/deep-ecology/'>deep ecology</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/filsafat-ugm/'>filsafat ugm</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/kendaraan/'>kendaraan</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mahasiwsa-pecinta-jagad-raya-mapajara-panta-rhei/'>Mahasiwsa Pecinta Jagad Raya (MAPAJARA) Panta Rhei</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mapajara/'>mapajara</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/mapala/'>mapala</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/nurul-hidayah/'>nurul hidayah</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/panta-rhei/'>panta rhei</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/polusi/'>polusi</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/refleksi/'>refleksi</a>, <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/tag/udara/'>udara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=74&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/24/74/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2010/06/gambar-ulul.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar ulul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transportasi Kota Pelajar dan Pengurangan Kerusakan Lingkungan:  Sebuah Dilema</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/23/transportasi-kota-pelajar-dan-pengurangan-kerusakan-lingkungan-sebuah-dilema/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/23/transportasi-kota-pelajar-dan-pengurangan-kerusakan-lingkungan-sebuah-dilema/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 04:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya logis jika menjadikan kemacetan, yang semakin sering kita jumpai di ruas-ruas jalan Yogyakarta (Yogya), sebagai indikator makin bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di kota ini. Melihat keadaan sekarang, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan Yogya akan menjadi kota yang sangat padat kendaraan. Dilema memang melihat kenyataan bahwa Yogya sebagai kota pendidikan dan kemacetan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=69&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya logis jika menjadikan kemacetan, yang semakin sering kita jumpai di ruas-ruas jalan Yogyakarta (Yogya), sebagai indikator makin bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di kota ini. Melihat keadaan sekarang, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan Yogya akan menjadi kota yang sangat padat kendaraan. Dilema memang melihat kenyataan bahwa Yogya sebagai kota pendidikan dan kemacetan. Hal ini bisa dimaklumi, meski sebenarnya bisa dicegah.</p>
<p>Bisa dimaklumi, artinya karena setiap tahun Yogya mengalami pertambahan penduduk dalam jumlah yang sangat banyak. Mayoritas adalah pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Konsekuensinya, semakin banyak penduduk semakin banyak pula yang membutuhkan kendaraan. Merujuk Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), melalui <em>website</em> resminya menyatakan laju pertumbuhan kendaraan di Yogyakarta rata-rata 8000 unit/bulan –untuk motor saja, belum termasuk yang lain-.</p>
<p>Jika dahulu Yogya identik dengan sepeda ontelnya, maka sekarang tidak lagi. Jumlah pengendara sepedea ontel menurun drastis. Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sedang giat-giatnya mengkampanyekan program Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) dan beberapa Universitas mempunyai program Sepeda Hijau. Sekarang banyak orang –khususnya mahasiswa- memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor ketimbang sepeda. Tentunya pilihan tersebut bukanlah sebuah pilihan yang tak beralasan. Bukankah menggunakan kendaraan bermotor lebih sesuai dengan tuntutan zaman yang serba cepat ini, di mana semua orang tampak bergegas dan berlomba antara satu dan yang lain?</p>
<p>Lantas bagaimana dengan transportasi umum di kota ini? Mengingat transportasi umum adalah pilihan yang lebih baik dibanding dengan transportasi pribadi. Sayangnya, membahas transportasi umum di Yogyakarta sebagai pilihan yang baik pun seolah sia-sia. Sebab, pernyataan tersebut masih bisa terpatahkan dan dapat memberi ‘pemakluman’ atas pilihan menggunakan transportasi pribadi. Penyebabnya, di kota ini, transportasi umum beroperasi hanya sampai jam 6 sore. Permasalahan tersebut sebenarnya telah coba diselesaikan dengan dioperasikannya Transjogja. Namun, Transjogja sendiri masih memiliki ‘kecacatan’ di beberapa bagian. Hanya mampu mengakses jalan-jalan tertentu dan memiliki batas waktu operasi jam 9 malam adalah dua ‘kecacatan’ utamanya.</p>
<p>Masalah transportasi membawa kita kepada permasalahan yang lebih besar, yakni masalah lingkungan. Adalah hal yang telah kita ketahui bersama tentunya, bahwa banyaknya jumlah kendaraan yang beroperasi selalu berbanding lurus dengan banyaknya jumlah polusi udara. Emisi dari kendaraan-kendaraan yang beroperasi menimbulkan dampak berupa zat-zat polutan yang dapat merusak lingkungan hidup dan sangat berdampak terhadap iklim mikro dan pemanasan global. Polutan adalah hal yang utama, tetapi yang tidak bisa diabaikan adalah kendaraan-kendaraan yang sudah tidak layak pakai –karena mesin telah tua mengakibatkan tinggi emisi yang dikeluarkan- masih banyak yang beroperasi. Jika kita meyakini pernyataan “<em>kerusakan lingkungan akan mengakibatkan kerusakan bagi manusia sendiri,”</em> sebagai suatu kebenaran, maka pilihannya adalah kita harus melakukan sesuatu untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Dalam konteks lokal (Yogyakarta), hal ini menjadi sangat dilematis, sebab faktanya, pilihan-pilihan yang coba ditawarkan untuk menyelesaikan masalah transportasi dan lingkungan, seakan terbantahkan.</p>
<p>Untuk itu sepertinya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, harus berjibaku dalam mengkaji dan merencanakan ulang sistem transportasi di kota ini. Perencanaannya harus memperhatikan pengadaan prasarana yang sesuai dan memenuhi persyaratan dan kriteria transportasi antara lain volume penampungan, kecepatan rata-rata, aliran puncak, keamanan pengguna jalan. Selain itu harus juga memenuhi persyaratan lingkungan yang meliputi jenis permukaan, pengamanan penghuni sepanjang jalan, kebisingan, pencemaran udara, penghijauan, dan penerangan</p>
<p>(<a href="http://walhijogja.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=3">http://walhijogja.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=3</a>).</p>
<p><em>Nah</em>, sebagai masyarakat sembari menunggu pemerintah dapat merealisasikan sistem transportasi yang efektif dan ramah lingkungan bolehlah -meskipun klise- kita mengupayakan perubahan dari diri sendiri. Salah satunya adalah dengan memilih untuk menggunakan kendaraan umum jika beraktivitas di siang hari? Jika takut terlambat di zaman yang serba cepat ini, bagaimana dengan memulai hari lebih awal dari biasanya agar waktu masih bisa terkejar? Bagi yang memiliki kendaraan pribadi –khususnya mobil-, jika masih ada jok kosong, tidakkah berbaik hati dengan <em>nebengin</em> teman yang notabene turut membantu mengurangi laju kerusakan lingkungan adalah pilihan yang patut untuk dicoba? Sesekali bersepeda untuk mengurangi polusi udara yang juga dapat menyehatkan badan adalah aktivitas yang menarik, bukan?</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<br />Filed under: <a href='http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=69&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2010/06/23/transportasi-kota-pelajar-dan-pengurangan-kerusakan-lingkungan-sebuah-dilema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RISALAH POHON NANGKA</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2009/03/13/risalah-pohon-nangka/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2009/03/13/risalah-pohon-nangka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 00:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[buletin l]]></category>
		<category><![CDATA[farid mustofa]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[James Redfield]]></category>
		<category><![CDATA[newsletter buletin lingkungan jahe]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[risalah pohon nangka]]></category>
		<category><![CDATA[the Celestine Prophecy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Farid Mustofa Pada Awalnya Di antara puluhan pohon nangka sekitar rumah, ada satu yang tak berbuah. Ayah memintaku memanjat, memukulinya sambil berteriak minta berbuah. Agaknya itu kepercayaan Jawa, jika Ayah yang bukan berasal dari Jawa akan terasa aneh. Makanya dengan geli Beliau menyuruh saya manjat. Saya, – layaknya anak kecil seluruh dunia, dilarang manjat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=60&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span></strong>
</p>
<p style="text-align:left;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;">Oleh: Farid Mustofa</span></strong></p>
<p style="text-align:left;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span></strong>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;">Pada Awalnya</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;">Di antara puluhan pohon nangka sekitar rumah, ada satu yang tak berbuah. </span><span style="font-family:Calibri;">Ayah memintaku memanjat, memukulinya sambil berteriak minta berbuah. Agaknya itu kepercayaan Jawa, jika Ayah yang bukan berasal dari Jawa akan terasa aneh. </span><span style="font-family:Calibri;"> Makanya dengan geli Beliau<span> </span>menyuruh saya manjat. Saya, – layaknya anak kecil seluruh dunia, dilarang manjat pohon karena bikin kawatir org dewasa-dengan girang menerima berkah ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV">Beberapa bulan -atau mungkin minggu, saya lupa, pohon itu berbuah! Saya anggap itu kebetulan dan terus berusaha tidak heran. Namun semakin dewasa, semakin banyak cerita seperti itu, bahwa pohon dan tetumbuhan lain berinteraksi dengan manusia. Simaklah <strong><em><span style="font-family:Calibri;">the Celestine Prophecy</span></em></strong><em><span style="font-family:Calibri;font-style:normal;"><strong>, </strong>bagaimana</span></em> James Redfield menarasikan komunikasi ini.  Bukan hanya pohon, tapi semua ciptaan Tuhan berkomunikasi, berinteraksi, dan bereaksi dengan kita. Mereka bertasbih pada Allah, kata Quran. King Salomon berbicara pada semut. Gunung mengaku tidak kuat memikul amanat manusia. Hingga Mbah Marijan atas Gunung Merapinya. </span><span style="font-family:Calibri;" lang="FI">Semua nyata, logis, masuk akal. Bukan klenik atau ajaib. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="FI"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="FI"><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Bencana alam</span> akibat ulah manusia, <span> </span>adalah kalimat lain dari alam merespon perilaku manusia. </span><span style="font-family:Calibri;">Berbagai penyakit baru adalah jawaban atas hardikan, bentakan, main kasar manusia terhadapnya. Flu burung contohnya, adalah reaksi atas perlakuan egois kita mengurung mereka demi memuaskan kuping dan mata. Binatang yang fitrahnya terbang bebas itu kita &#8216;hukum&#8217; karena bulunya indah, bentuknya lucu, atau suaranya merdu. Marahlah mereka atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan. Karena kita lebih kuat, lebih pintar, dan lebih mampu menyiksa, binatang </span><span style="font-family:Calibri;">malang</span><span style="font-family:Calibri;"> itu akhirnya stress. Kala kita menaikkan sangkar tinggi-tinggi untuk menjemurnya (burung) , dibanggakan atau dilombakan ke mana-mana, mereka menjerit, menangis, meronta. Konyolnya, ketumpulan nurani kita menangkap itu sebagai kemerduan. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;">Yang Terhormat Para Pemburu</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Amboi</span> gagahnya mister hunter. Lihatlah. Seragam koboi, <em>nenteng </em>bedil <span class="yshortcuts">Benyamin</span> -</span><span style="font-family:Calibri;">Franklin</span><span style="font-family:Calibri;"> <em>made in</em> Tegal, keluar masuk pekarangan sambil meyakin-yakinkan dirinya kalau di Afrika atau rimba Amazon, penuh bahaya dan ketegangan. Petualang sejati…ck..ck. Ngeri. </span><span style="font-family:Calibri;">Buru</span><span style="font-family:Calibri;">ng-burungpun berkicau geli.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;">Yang lebih tinggi derajat primitifnya memilih ngejar celeng hutan. Naik jeep butut dicat ijo. Bawa jrigen air seperti akan menghadapi 9 musim kemarau, padal kosong. </span><span style="font-family:Calibri;">Ada</span><span style="font-family:Calibri;"> tali2 dan slongsongan basoka segala, entah untuk apa. Bocah-bocah kecil dan ibu-ibu kampung yang dilalui berdecak <span> </span>kagum. Rasa bangga merayapi sekujur tubuh mister hunter. Puas. Puaaas sekali. Nikmat luar biasa.. Lalu kemah, tidak pulang, jarang mandi. Niru iklan Malboro.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;">Sebenarnya mau apa om-om ini. Usah dikejar heroik penuh nestapa seperti itu, hewan-hewan sudah menyerah. Sudah stress karena habitatnya jadi perumahan, terusir ketika desanya jadi </span><span style="font-family:Calibri;">kota</span><span style="font-family:Calibri;">. Yang mulia Om Hunter nan hebat itu gak sadar kalau primitif. Berburu jaman dulu memang boleh, malah harus karena, untuk hidup. Hari gini, masih buru? Apa-apaan, jalan 2 meter ketemu warung, nengok kanan sate, kiri tongseng kambing pun heran.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;">Burung, tupai, celeng, dan hewan lainnya itu sudah tersingkir, keletihan, putus asa dan berharap belas kasihan. </span><span style="font-family:Calibri;" lang="FI">Kita susah mendengar rintihannya, karena kuping nurani kita sumpali dengan acara tivi murahan, gosip, dagelan politik, problem hidup yang kita buat-buat sendiri. Nah, diantara keputus-asaan itu, bertemulah para hewan itu dengan para penjahat binatang (pemukat, penjual hamster di supermarket, pedagang <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">anak ayam</span> berwarna, tukang bedil manuk, penggeber merpati, penyetrum ikan, penyiksa burung perkutut dan oceh2an yang dikurung2 atau dilomba-konyolkan itu, pemburu binatang, dll). Para binantang mengira inilah jenis makhluk yang peduli:<span> </span>mendekat, menyapa, dan nampak ramah. Lebih-lebih Kepada para pemburu, hewan2 lebih apresiatif atas kemampuan hidup di alam terbuka mirip mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="FI"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV">&#8220;Om hanya kalian yang masih peduli. Masih mau ndekat dan lihat aku. Kalian sampai compang-camping begitu tidak kerja dan tiduran di sekitar sini. Kalian gak sama dengan mereka yang pada cuek. Iya iya. Om baiik sekali. Dengar keluhanku ya Om. Sisakan kami sedikit tempat ya om. Syukur om bikin <em>rada </em>nyaman seperti <span> </span>perumahan itu..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV">Lalu binatang nestapa itu diem saja kala pemburu mendekat. Dia percaya. Dan, ”dor!” Mati.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"><span class="yshortcuts">Karya Agung</span> nan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:medium none;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">Gemilang</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV">Kebrutalan kita <em>gak </em>berhenti di situ. Kita terus dan terus memproduksi perilaku bodoh lain. Marah yang tak harusnya marah, jengkel atas sesuatu yang tidak semestinya menjengkelkan dan anehnya juga gembira atas sesuatu yang seharusnya duka. Gembira atas kehebatan anak kecil bergaya dewasa di acara idol-idol tolol TV swasta. Riang atas kebodohan yang dikemas sebagai hal hebat dan spektakuler. Sampai-samapai  &#8211;begitu tumpulnya rasa&#8211; bisa nonton berita kriminal sambil makan siang. Sementara presenternya ringan saja <em>menrocoskan </em>kebrutalan demi kebrutalan layaknya gosip murahan infotainment. Iklan <em>berjibun. </em>Para kru saling kasih selamat atas kesuksesan menumpulkan hati penonton. Bikin lagi yang makin <span> </span>menjijikkan. Penonton butuh yang lebih dari biasanya, katanya. Penonton senang, rating tinggi, iklan menggunung. Tumpul ketemu tumpul, ngawur ketemu ngawur. Terus.Teruss maju, pantang mundur.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;line-height:15pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV">Sampai suatu ketika, tiba-tiba sebagian kecil kita &#8212; ya sebagian kecil. Segelintir saja&#8211; menyadari betapa selama ini mudah saja membentak, meremehkan, dan susah sekali berempati bahkan pada orang-orang dekat kita: anak, istri, ayah-ibu. Apalagi tetangga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-family:Calibri;">Nurani kita hilang. Kita gadaikan dengan apa yng kita kira kemajuan dan kesuksesan…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-family:Calibri;">Bulaksumur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-family:Georgia,Times New Roman,Times,Serif;font-size:small;">profile penulis: Drs. <strong>Farid Mustofa</strong>, S.Ag., M.Hum </span><span style="font-family:Calibri;">adalah Dosen Fakultas Filsafat UGM. </span></p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: buletin l, farid mustofa, filsafat lingkungan, filsafat ugm, James Redfield, newsletter buletin lingkungan jahe, panta rhei filsafat ugm, risalah pohon nangka, the Celestine Prophecy <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=60&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2009/03/13/risalah-pohon-nangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bike to Work (B2W) Surabaya</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/12/06/bike-to-work-b2w-surabaya/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/12/06/bike-to-work-b2w-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 18:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ginanjar dimas agung]]></category>
		<category><![CDATA[menyelamatkan lingkungan dengan sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei filsafat ugm bike to work]]></category>
		<category><![CDATA[udara bersih dengan sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini bersepeda tidak bisa dibilang hanya menjadi pengisi waktu santai. Komunitas Bike to Work (B2W) Surabaya menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama untuk berangkat dan pulang kerja. Melalui sepeda mereka menebarkan misi pelestarian lingkungan di Surabaya. Oleh: Ginanjar Dimas Agung alias Togin Waktu menunjukkan jam delapan malam. Lima belas sepeda angin terparkir di sekeliling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=53&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_55" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-55" title="kampanye-penyelamatan-lingkungan1" src="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/12/kampanye-penyelamatan-lingkungan1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="kampanye bike to work surabaya untuk menyelamatkan lingkungan " width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">kampanye bike to work surabaya untuk menyelamatkan lingkungan </p></div>
<p><span style="font-style:italic;">Saat ini bersepeda tidak bisa dibilang hanya menjadi pengisi waktu santai. Komunitas Bike to Work (B2W) Surabaya menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama untuk berangkat dan pulang kerja. Melalui sepeda mereka menebarkan misi pelestarian lingkungan di Surabaya. </span></p>
<p>Oleh: Ginanjar Dimas Agung alias Togin</p>
<p>Waktu menunjukkan jam delapan malam. Lima belas sepeda angin terparkir di sekeliling sekretariat B2W di Jalan Juwingan, Surabaya. Beberapa orang sedang men-setting sepeda di tepi jalan Juwingan. Beberapa sedang mengobrol di dalam sekretariat. “Biasanya tiap malam Sabtu kita berkumpul di sekretariat. Setelah berkumpul kita akan bersepeda berkeliling Surabaya untuk singgah di tempat makan tertentu. Ini salah satu agenda mingguan B2W Surabaya!” papar Achmad Basori.</p>
<p>B2W (baca: Bike to Work) adalah komunitas pekerja yang menggunakan sepeda sebagai transportasi utama untuk beraktivitas, termasuk bekerja. Misi utamanya mengampanyekan program langit biru.</p>
<p>B2W Surabaya yang dideklarasikan pada 27 Agustus 2006 pada awal pendiriannya di Surabaya hanya beranggotakan tiga orang. Tetapi saat ini, jumlahnya meningkat. Anggota aktif yang terdaftar berjumlah 40 orang. “Kami berani mengklaim bahwa anggota kami sekitar 1.000 orang termasuk anggota pasif,” papar Achmad sebagai koordinator B2W chapter (bagian) Surabaya.</p>
<p>Anggota pasif diklaim B2W Surabaya dengan alasan pengguna sepeda sebenarnya, baik untuk pergi ke kantor atau untuk sekedar hobi, sudah menjalankan misi B2W. “Anggota pasif akan terlihat ketika kita mengadakan acara,” papar koordinator yang telah menjabat selama dua tahun ini.</p>
<p>Mayoritas penggiat B2W adalah kalangan pekerja. Meskipun mengusung tema komunitas pekerja bersepda, B2W tak menutup kemungkinan anggota umum yang ingin bergabung. ”Kami ingin mengembangkan sayap dengan merangkul komunitas sepeda, mahasiswa dan anak sekolah. Salah satunya adalah program Bike to Campus dan Bike to School,” terang Achmad dengan optimistis.</p>
<p>Bukin, yang baru bergabung B2W 4 bulan yang lalu, membeberkan, ia tidak merasa lelah mengayuh sepeda walaupun harus menempuh perjalanan 10 km. Untuk bekerja, ia harus bertolak dari rumahnya di Tambak Sumur menuju daerah Jagir Wonokromo.</p>
<p>Bukin ke B2W karena sejak kecil senang mengendarai sepeda. Kesukaannya dalam aktivitas petualangan saat muda menjadi salah satu latar belakangnya “Dulu saya senang berpetualang tetapi sekarang tidak sempat. Dengan bersepeda hobi berpetualang dapat disalurkan,” ungkapnya.</p>
<p>Berbeda dengan Bukin, Afif, mahasiswa ITS mengungkapkan pengalaman nikmatnya bersepeda saat wisata. Hal itu menginspirasinya untuk membeli sepeda dan bergabung dengan B2W Surabaya ”Bergabung dengan B2W menambah teman yang senang bersepeda,” imbuhnya melengkapi pemaparan Bukin.</p>
<p>B2W membebaskan siapa saja dengan sepeda apa saja untuk bergabung. Tidak ada pungutan atau iuran wajib. Jika ada anggota atau masyarakat umum yang ingin menyumbang dapat dilakukan dengan cara membeli merchandise, berupa kaus, pin, pelat B2W, dan sticker. Keuntungan yang terkumpul dari penjualan digunakan untuk kampanye dan sosialisasi penggunaan sepeda sebagai transporatasi utama.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, anggota yang tergabung dalam B2W telah berjalan dua tahun ini kerap menemukan kendala dalam aktivitasnya. “Saat ini kami masih termarjinalkan, masyarakat masih menganggap sepeda adalah golongan kelas bawah,” papar Achmad Basori.</p>
<p>Harga sepeda anggota komunitas B2W, kata Achmad, bervariasi, mulai Rp 300.000 sampai yang termahal seharga sepeda motor. “Paling mahal sekitar Rp 15 juta,” terang Bukin yang bekerja di daerah Jagir Wonokromo.</p>
<p>Salah satu bentuk marjinalisasi sepeda dan penggunanya adalah tidak disediakannya lahan parkir khusus sepeda di gedung-gedung perkantoran serta tidak ada jalur khusus sepeda di jalan raya Surabaya.</p>
<p>Agar masyarakat tertarik dengan alat transportasi sepeda, B2W terus melakukan kampanye. Kampanye dilakukan dengan menyebarkan informasi melalui flyer, mengadakan kegiatan festival sepeda dan konvoi keliling kota.</p>
<p>Achmad memaparkan, misi B2W adalah menyampaikan kepada masyarakat bahwa bersepeda akan menyelamatkan lingkungan dan anak cucu kita. Sebab, dengan bersepeda akan mengurangi polusi udara dan menyelamatkan lingkungan. Permasalahan lingkungan, khususnya penghematan bahan bakar minyak memang menjadi salah satu alasan terbentuknya komintas B2W di Indonesia.</p>
<p>Komitmen anggota komintas terhadap misi B2W tidak menyurutkan riders untuk mengayuh sepeda dari rumah ke tempat kerja atau kampus. Jarak jauh bukan halangan untuk bersepeda. Semua dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik. Kehidupan untuk saat ini juga kehidupan untuk masa depan.(*) pernah dimuat dalam harian sore surabaya post</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: bike to work, bike to work surabaya, ginanjar dimas agung, menyelamatkan lingkungan dengan sepeda, panta rhei filsafat ugm, panta rhei filsafat ugm bike to work, udara bersih dengan sepeda <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=53&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/12/06/bike-to-work-b2w-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/12/kampanye-penyelamatan-lingkungan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kampanye-penyelamatan-lingkungan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Apa Yang Kau Cari Palupi ?</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/06/10/apa-yang-apa-yang-kau-cari-palupi/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/06/10/apa-yang-apa-yang-kau-cari-palupi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 08:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang kau cari palupi]]></category>
		<category><![CDATA[buletin ekologi "jahe"]]></category>
		<category><![CDATA[global warming dan pencinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[M Najib Yuliantoro]]></category>
		<category><![CDATA[mapala]]></category>
		<category><![CDATA[palupi]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[soe hoek gie]]></category>
		<category><![CDATA[soe hoek gie pecinta alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Apa Yang Kau Cari Palupi ? Gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Hanya di puncak gunung aku merasa bersih. Dan kecintaanku pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airku” (Soe Hok Gie ) Gie adalah seorang penjelajah alam dan pendaki gunung yang cukup melegenda di kalangan penggiat alam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=29&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#888888;">Apa yang Apa Yang Kau Cari Palupi ?</span></strong></h1>
<blockquote>
<pre><em>Gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan
hati seseorang. Hanya di puncak gunung aku merasa bersih. Dan
kecintaanku pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah
Airku</em>” (Soe Hok Gie )</pre>
</blockquote>
<p>Gie adalah seorang penjelajah alam dan pendaki gunung yang cukup melegenda di kalangan penggiat alam. Konon istilah Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) lahir dari gagasannya (?). Namanya selalu abadi di kalangan penggiat alam, karena ia termasuk dalam deretan mahasiswa yang meninggal dalam tugas suci penaklukan alam, yakni gunung tertinggi di Jawa, Semeru. Di gunung impiannya itu, perjalanan hidupnya terhenti di usia 27 tahun. Usia yang cukup muda untuk seorang Soe Hok Gie.</p>
<p>Judul tulisan ini terilhami film Apa Yang Kau Cari Palupi, garapan sineas (alm) Asrul Sani.  Palupi adalah nama istri seorang pengarang bernama Haidar. Kedua orang ini memiliki karakter sangat berbeda dan sama-sama “idealis”. Haidar, karena idealisnya, rela hidup melarat demi memertahankan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Sementara Palupi adalah sesosok wanita yang tak bisa memberi cintanya kepada siapapun, selain untuk dirinya sendiri. Karena itu, Palupi tidak pernah merasa bahagia dengan hidupnya.</p>
<p>Suatu ketika, Palupi minta ijin suaminya untuk bermain film. Dipersilakan lah Palupi oleh Haidar. Film yang ia bintangi disutradarai oleh Chalil. Diam-diam, Palupi jatuh hati kepada Chalil, dan merasa iri kepada Putri–kekasih Chalil. Diluar dugaan, Chalil juga tak kuasa menahan cintanya kepada Palupi, hingga berujung putusnya hubungan antara Chalil dengan Putri.  Selepas berhasil menaklukkan hati sang sutradara ini, tiba-tiba Palupi jatuh hati lagi kepada seorang pengusaha muda. Sugito, namanya.</p>
<p>Tentu saja, Chalil merasa terciderai dengan sikap Palupi ini. Ia tinggalkan Palupi, dan di ujung sana, Putri masih sedia menerima Chalil meskipun pernah ternodai hatinya. Akhirnya, Chalil dan Putri merajut kembali hubungan kasih mereka yang sempat putus gara-gara Palupi.  Begitulah Palupi itu, Sahabatku. Karakternya –yang tidak bisa mencintai orang selain dirinya sendiri–telah menghancurkan hati para lelaki yang mencintainya. Seakan-akan Palupi ingin mencari kediriannya menembus kemungkinan-kemungkinan yang begitu paradoks. Tiada orang tahu, apa maksud Palupi sesungguhnya. Memetik getar emosi Palupi ini, cukup pantas jika kemudian Asrul Sani menamai filmnya bertajuk “Apa yang Kau Cari Palupi?”</p>
<p>Belakangan ini tengah menjadi jelas, pemanasan global adalah aktifitas alam yang tidak dapat ditolak lagi. Ia menjadi keniscayaan proses “seleksi alam” yang mengancam kehidupan makhluk bumi. Akankah hal ini benar indikasi awal dari akhir usia bumi kita? Ya, salah satu isu ke-alam-an yang seolah-olah out of date, tapi sebetulnya penting dan genting untuk segera dituntaskan.  Majalah Time edisi 1 Oktober 2007, sebagaimana dikutip Eep Saefuloh Fatah, memperlihatkan lapisan es di Kutub Utara menyusut lebih dari 20 persen dalam 25 tahun terakhir. Pencairan es ini akan terus berlangsung hingga tinggal 20 persen pada 2040. Saat itu Indonesia diestimasikan kehilangan lebih dari 2.000 pulaunya tenggelam. Indikasi itu dapat kita yakini saat melihat sebuah satelit yang menggambarkan perubahan Jakarta secara dramatis. Tahun 2010, diperkirakan air laut sudah makin merambah masuk ke daratan. Pada 2020, sebagaian Bandara Soekarno-Hatta mulai tergenangi air laut. Bahkan, pada 2050, permukaan air laut sudah mengancam kawasan Monumen Nasional di pusat Ibu Kota (Kompas, 25 September 2007).  Alam selalu bicara dengan kepolosannya. Ia memiliki ritme kehidupan yang minta dimengerti oleh manusia. Kenakalan alam, tak bukan, akibat manusia sebagai binatang berpikir, tidak memanfaatkan otaknya untuk memahami mereka. Harusnya manusia paham, bahwa alam telah menegaskan dengan hukumnya, positif dan negatif. Disana ada hukum kausalitas. Setiap melakukan sesuatu, akan mengakibatkan sesuatu yang lain.</p>
<p>Misalnya seorang mahasiswa yang tekun belajar, sebagaimana hukum alam, seharusnya ia pandai. Bila dari sudut kemanusiaan, siapa yang berbuat baik/buruk pada sesama, maka ia berhak diperlakukan serupa oleh sesamanya. Jika dari sudut Tuhan (kalau ada), siapa yang rajin beribadah, maka ia akan mendapat balasan surga (lagi-lagi, jika ada). Siapa menanam, akan menuai. Selalu ada roda sebab-akibat yang tak mudah dihentikan.  Sejarah kekacauan dunia lebih banyak terjadi karena ketidakpatuhan manusia terhadap hukum alam tadi. Kobaran api tidak akan pernah padam, jika disiram dengan api. Hukum alam masih percaya, api hanya bisa diselesaikan dengan musuhnya, air. Meskipun bisa saja, api dimusnahkan dengan selain air, misalnya hempasan angin kencang.</p>
<p>Namun pada prinsipnya, api (anggaplah sebagai entitas positif) tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa, dipadamkan dengan api pula. Untuk memadamkannya, ia perlu entitas negatif, diluar dirinya. Gejala-gejala semacam ini yang pada perkembangannya melahirkan ilmu-ilmu eksakta.  Alam masih berharap kehadiran seorang sahabat yang mau bercengkrema hidup damai bersamanya. Sahabat itu adalah ketika menciptakan sesuatu bagi dirinya, juga menghadirkan kenyamanan bagi alam. Jika seseorang hendak menebang hutan misalnya, ia juga harus sedia menanam kembali embrio baru untuk pelestarian hutan dan antisipasi tanah lonsor. Jika seseorang menciptakan rumah kaca, maka sebagai sahabat alam yang baik, ia juga harus rajin menanam hijauan tumbuhan, agar tidak mempercepat perjalanan pemanasan global.</p>
<p>Harmonisasi hubungan semacam inilah, yang menjadi spirit mengapa Mapala mendesak sebagai kebutuhan.  Dari melimpahnya pemahaman ini, barulah kita dapat mengembangkan sebuah alam Indonesia yang kuat dan asri. Dalam pemikiran lebih jauh, akan hadir kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia yang kaya potensi alam. Dengan mempertahankan ekosistem yang ada, tentu kita menjadi sadar terhadap proses melestarikan dan membuang, yang biasa terjadi dalam sejarah manusia, bukan?</p>
<p>–M Najib Yuliantoro, Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Jahe, BKM Panta Rhei Filsafat UGM, edisi November 2007  http://mcnajib.wordpress.com/2008/04/05/apa-yang-kau-cari-palupi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=29&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/06/10/apa-yang-apa-yang-kau-cari-palupi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Feminisme, Energi Matahari, Ekologi: Sebuah Transisi Peradaban</title>
		<link>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/05/30/feminisme-energi-matahari-ekologisebuah-transisi-peradaban/</link>
		<comments>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/05/30/feminisme-energi-matahari-ekologisebuah-transisi-peradaban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 21:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantarhei filsafat ugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[buletin newsletter lingkungan jahe]]></category>
		<category><![CDATA[ekofeminisme]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[energi surya]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat barat]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[fritjof capra]]></category>
		<category><![CDATA[ginanjar dimas agung]]></category>
		<category><![CDATA[mapajara panta rhei]]></category>
		<category><![CDATA[nilai ekolog]]></category>
		<category><![CDATA[panta rhei filsafat ugm]]></category>
		<category><![CDATA[pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma barat]]></category>
		<category><![CDATA[patriarki]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[ritjof Capra dalam bukunya The Turning Point meramalkan]]></category>
		<category><![CDATA[togin]]></category>
		<category><![CDATA[turning point]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Feminisme, Energi Matahari, Ekologi: Sebuah Transisi Peradaban oleh ginanjar (togin) dimas agung Naiknya harga minyak dunia perbarelnya, yang disebabkan oleh konflik eksternal dan internal negara penghasil minyak mempengaruhi stabilitas ekonomi, politik dan sosial negara-negara lain didunia, khususnya negara dunia ketiga (negara miskin). Minyak bumi mempunyai nilai yang sangat penting dimata manusia dan sangat terkait erat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=10&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><a href="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/05/capra2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-13" src="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/05/capra2.jpg?w=160&#038;h=200" alt="capra" width="160" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;">Feminisme, Energi Matahari, Ekologi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;"><span> </span>Sebuah Transisi Peradaban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center">oleh ginanjar (togin) dimas agung</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Naiknya harga minyak dunia perbarelnya, yang disebabkan oleh konflik eksternal <span> </span>dan internal negara penghasil minyak mempengaruhi stabilitas ekonomi, politik dan sosial negara-negara lain didunia, khususnya negara dunia ketiga (negara miskin). Minyak bumi mempunyai nilai yang sangat penting dimata manusia dan sangat terkait erat pengaruhnya mengenai kesejahteraan dan masa depan kehidupan manusia. Salah satu penggunaan minyak dan energi bahan fosil pada umumnya adalah dipakai untuk menggerakkan mesin-mesin industri dan kendaraan bermotor, juga listrik di perumahan, hematnya adalah sebegai energi utama.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Fritjof Capra dalam bukunya The Turning Point meramalkan, bahwa akan ada 3 hal yang akan mempengaruhi perkembangan sejarah dimasa depan, yang ia sebut sebagai “transisi” peradaban yakni patriarki, minyak bumi (bahan bakar fosil) dan paradigma Barat Modern. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span><span> </span><em>Pertama, </em>adalah runtuhnya sistem patriarki yang selama ini telah meresap kedalam ranah sistem filsafat, sosial, politik. “Laki-laki” dengan kekuatannya menjadi penentu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh perempuan. Seperti apa yang dikatakan Capra:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>“ sistem ini (patriarki) telah mempengaruhi pemikiran-pemikiran kita tentang hakikat manusia dan tentang hubungan kita dengan alam semesta-atau lebih tepatnya, hakikat “manusia” dan hubungannya dengan alam semesta dalam bahasa <em>patriarchal</em>. Inilah suatu sistem yang hingga kini tidak pernah tertantang secara terbuka dalam catatan sejarah, dan doktrin-doktrinnya diterima sedemikian universal sehingga tampak sebagai hukum alam…(Capra: 2004:14)&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Akan tetapi dalam perjalanannya, sistem “laki-laki” ini mulai digoyahkan oleh bentuk-bentuk gerakan feminisme, yang mencoba untuk menghilangkan dominasi laki-laki yang telah meresap dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan individu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span><em>Kedua,</em> hal yang mempengaruhi adalah bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara dan gas. Bahan bakar fosil ini menjadi sumber energi utama dalam industri modern. Dengan bahan bakar fosil ini, kebudayaan modern juga ikut berkembang. Konsekwensi yang nyata adalah habisnya bahan bakar ini, yang diperkirakan sekitar tahun 2000-2300, akan sangat mempengaruhi kebudayaan manusia secara global. Habisnya bahan bakar fosil membawa kekhawatiran tersendiri. Berbagai teknologi alternativ dikembangkan untuk mencari energi pengganti minyak bumi. Capra melihat bahwa saat ini adalah transisi dari zaman bahan bakar fosil ke zaman energi surya, yang akan mengakibatkan perubahan radikal dalam bidang ekonomi dan politik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Transisi yang <em>ketiga, </em>adalah perubahan nilai-nilai budaya. Transisi budaya ini tidak lain menurut Capra adalah perubahan paradigma. Capra menjelaskan, bahwa paradigma yang mempengaruhi pemikiran, persepsi, nilai-nilai yang membentuk realitas (red: kenyataan). Paradigma yang telah mempengaruhi seluruh dunia ini adalah paradigma Barat modern, diantaranya adalah Revolusi Ilmiah, Abad Pencerahan dan Revolusi industri. Capra mengungkapkan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>&#8220;Nilai-nilai ini meliputi kepercayaan bahwa metode ilmiah merupakan satu-satunya pendekatan yang sahih terhadap pengetahuan; pandangan bahwa alam semesta merupakan suatu sistem mekanis yang terdiri dari balok-balok bangunan materi pokok; pandangan bahwa kehidupan dalam masyarakat merupakan perjuangan persaingan untuk bereksistensi dan kepercayaan pada pertumbuhan yang tak terbatas. (Capra, 2004:15)&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Akan tetapi paradigma Barat Modern selama ini, mulai dipertanyakan kembali. Hal ini terjadi karena paradigma Barat modern dituding sebagai biangkerok segala krisis<span> </span>ekologi (sosial dan lingkungan hidup) yang terjadi selama ini. Sebuah paradigma baru pun muncul menjawab permasalahan yang ditimbulkan oleh paradigma Barat Modern. Yakni sebuah paradigma yang didasarkan atas suatu pandangan dunia yang Holistik (menyeluruh) atau lebih tepatnya ekologis. Sebuah pandangan yang menekankan pada keseluruhan ketimbang suatu yang terpisah-pisah.<span> </span>(Capra, 2002:16)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Ketiga poin “transisi” ini yang berarti perubahan, membawa konsekwensi-konsekwensi bagi peradaban manusia. Hal inilah yang dinamakan oleh Capra sebagai The Turning Point, atau titik balik peradaban </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sumber:</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Fritjof Capra, Titik Balik      Peradaban tahun 2004, Bentang, Jogjakarta</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Fritjof Capra, Jaring Jaring      Kehidupan: Visi Baru Epistemologi dan Kehidupan, Fajar Pustaka, 2002 Jogjakarta</span></li>
</ul>
<p>artikel pernah dimuat di newsletter jahe edisi IV, Pemanasan Global.</p>
<p><a href="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/06/togin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-35" src="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/06/togin.jpg?w=300&#038;h=225" alt="togin" width="300" height="225" /></a></p>
<p>penulis akrab disapa togin, masih menjadi anggota mapajara Panta Rhei Filsafat UGM. sekarang beraktivitas disebuah perkumpulan yang bernama KLENTHING (Kelompok Pecinta Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com&amp;blog=3745778&amp;post=10&amp;subd=pantarhei1filsafat1ugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantarhei1filsafat1ugm.wordpress.com/2008/05/30/feminisme-energi-matahari-ekologisebuah-transisi-peradaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0766a0cf8cb96299ea50f9e0f9a4b4a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">panta rhei filsafat ugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/05/capra2.jpg?w=160" medium="image">
			<media:title type="html">capra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pantarhei1filsafat1ugm.files.wordpress.com/2008/06/togin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">togin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
