Transportasi merupakan jantung dari sebuah kehidupan manusia.”

Begitulah kalimat yang pernah dikatakan H.Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah kesempatan. Manusia memang tak bisa lepas dari transportasi dan tanpa transportasi, manusia akan lumpuh. Transportasi dapat kita temui tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detik. Dalam kota besar, terutama bagi ibukota Negara, transportasi merupakan alat paling vital dalam roda pembangunan. Karena hampir semua jenis pekerjaan dan kegiatan memerlukan transportasi.

Lalu apa sebenarnya makna dari transportasi? Mari kita tilik sebentar Kamus Besar Bahasa Indonesia, transportasi memiliki arti; pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi. Semua yang bersangkutan dengan angkutan atau transport, sudah bisa disebut sebagai transportasi. Transportasi bisa membawa kita ke tempat yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan, bahkan sekadar keinginan kita. Anak sekolah ber-transportasi, ibu rumah tangga ber-transportasi, pekerja kantoran ber-transportasi, pedagang asongan ber-transportasi. Tak ada seorang pun yang tidak ber-transportasi. Bahkan di zaman modern ini, setiap orang dituntut untuk serba cepat, karena persaingan yang semakin ketat. Semua butuh dan harus ber-transportasi. Jarak bukan menjadi penghalang lagi untuk melakukan sesuatu. Semua karena transportasi, alat tranposrtasi, dan teknologi yang semakin maju.

Begitu banyak pilihan alat transportasi yang dapat kita gunakan, dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan kita. Alat transportasi darat misalnya; kita masih bisa menggunakan sepeda, becak, andong untuk transportasi jarak dekat. Lalu kendaraan seperti; mobil, sepeda motor, bus, shuttle bus, kereta, trem untuk transportasi jarak jauh.Tentu saja pilihan didasarakan pada derajat kebutuhan dan derajat kecepatannya masing-masing. Ada juga alat tranportasi air seperti; perahu, sampan, motor boat, kapal pesiar, yacht, feri dll. Dan yang tak kalah menariknya adalah alat tranportasi udara yang begitu berjasa membawa kita pada sebuah transportasi lintas kota, pulau, benua, bahkan planet, seperti; helikopter, pesawat penumpang, pesawat jet, dll. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat transportasi lebih menjadi mudah dan lebih bermakna.

Jika dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan alam, tidak semua alat transportasi tersebut merupakan alat tranportasi yang ramah lingkungan. Mengingat hasil dari proses kerja mesin alat transportasi seringkali mencemari lingkungan. Dan yang lebihi harus diperhatikan adalah bahan bakar untuk alat transportasi mesin yang merupakan sumber daya alam abiotik, atau yang lebih kita kenal dengan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui karena jumlahnya yang terbatas. Keadaan ini memaksa kita untuk tidak seenaknya mengeksploitasi sumber daya alam. Bensin, solar, avtur merupakan sumber daya alam yang terbatas, yang akan habis jika terus menerus kita eksploitasi. Lalu bagaimana cara menggunakan bahan bakar tersebut secara bertanggung jawab? Setidaknya itu menjadi perenungan buat kita. Karena tak selamanya kita dapat menggunakan bahan bakar tersebut. Padahal salah satu bagian dari hidup kita adalah ber-transportasi.

Untuk mengatasi kelangkaan sumber daya alam tak terbarukan, para ilmuwan sedang berlomba-lomba mencari bahan bakar substitusi yang dapat digunakan untuk transportasi. Transportasi yang lebih ramah lingkungan dan tidak mengeksploitasi alam adalah tujuannya. Bahkan baru-baru ini mulai muncul kendaraan yang menggunakan tenaga dari sinar matahari, bio gas, sebagai bahan bakar. Walaupun begitu, semua masih dalam rangka penelitian dan pencarian guna menemukan bahan bakar apa yang terbaik untuk alat transportasi disamping juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Yovi

Sumber:

http://www.fauzibowo.com/berita.php?id=139

Kamus Besar Bahasa Indonesia.2001.Jakarta:Balai Pustaka

Iklan