onthel iku migunani kagem sedaya”

Muntowil, atau akrabnya dipanggil Mas Towil. Ia mempunyai hobi yang grapyak. Hobi yang salah satunya mempunyai misi ramah lingkungan, yakni bersepeda onthel. Dia juga menjadi salah satu pendiri Paguyuban Onthel Djogja bersama dua kerabatnya yang lain. Tak hanya mempunyai hobi bersepeda tetapi juga sangat tertarik dengan sepeda onthel lawasan yang cenderung orisinil.

“Pada awalnya (kami) punya hobi sama lalu dikoordinir. Tidak ada salahnya tho? Sudah sehat, hemat energi dan biaya, juga nggak ada asap,” ucap Mas Towil sebagai Koordinator Paguyuban Onthel Djogja yang berdiri sejak tahun 2006. Saking gandrungnya dengan sepeda-sepeda lawasan Mas Towil sempat mengorbankan pekerjaannya demi sepeda yang dirawatnya.

Ruang berkegiatan Paguyuban Onthel Djogja -atau familiar dengan sebutan Podjog-, pada khususnya adalah kegiatan bersepeda onthel di wilayah Yogyakarta. Sepeda yang digunakan pun sangat berbeda, yakni mengkhususkan pada sepeda-sepeda lawas.

Sejak awal pendiriannya hingga sekarang, anggotanya pun bisa dibilang tidak sedikit. Saat ini Podjok memiliki 450 kerabat –julukan khusus bagi anggota Podjok- yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Arah utama pandangan Kerabat Podjok dalam melakukan kegiatan adalah memasyarakatkan kembali keberadaan sepeda onthel serta upaya menjaga kelestarian bumi. Arah ini merujuk pada idealisme yang menjadi rambu-rambu perjalannya, yaitu:

1. Pembangunan kesehatan jasmani dan rohani, 2. Penumbuhan semangat patriotisme, 3. Pencegahan global warming, 4. Pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata lokal.

“Saya cinta bersepeda. Selain karena senang dengan onthel lawas, saya juga menjadi sehat dan hemat, bisa mengurangi global warming lagi atau ramah lingkungan lah,” kata Mas Towil berapi-api. “Saya juga dapet kenalan banyak lo, dari bersepeda onthel lawasan,” tambahnya.

Setiap hari Minggu pertama setiap bulannya, Podjok berkumpul dengan kerabat-kerabatnya untuk melakukan kegiatan Ritual Mubeng Nagari. Mereka bersepeda dengan rute sekitar Jogjakarta menggunakan onthel lawasan dan menggunakan kostum-kostum style lawas. Ada yang berpakaian sorjan dan blangkon, ada juga yang menggunakan kostum-kostum jaman Belanda. Podjok sendiri ikut berjuang mengajak masyarakat kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik.

Kerabat Podjok ini mempunyai semboyan ”onthel iku migunani kagem sedaya” ( sepeda itu berguna untuk semua ).

Ditulis oleh Neisya